Rabu, 09 Januari 2013

Merk

            Merk menurut uu no.15 tahun 2001 :
- Adalah tanda berupa gambar, nama, kata,huruf, angka-angka, susunan atau kombinasi
dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan
perdagangan barang dan jasa.
- Ekuitas merek: seperangkat aset dan liabilitas yang berkaitan dengan suatu merek, nama dan
simbolnya,yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh sebuah barang atau
jasa bagi perusahaan ataupun pelanggan.

Mengapa Setiap Produk Perlu Merk ?
- Merek memudahkan perusahaan memproses pesanan dan menelusuri masalah
- Merek memberi ciri unik dan perlindungan hukum
- Merek dapat membangun dan menjaga kesetiaan konsumen
- Merek dapat membantu dalam segmentasi pasar
- Merek dapat membangun citra perusahaan
- Merek dapat membantu produk baru diterima lebih cepat dan mudah oleh pasar
(Berta, 2003)

Strategi Penentuan Merk
 Produk tanpa merk, biasanya ditempuh oleh unit usaha yang masih kecil karena keterbatasan sumber daya yang dimiliki.Konsekuensinya, perusahaan tidak dapat membangun loyalitas atau kesetiaan konsumen.
 Produk dengan merk khusus, diberikan pada produk yang memiliki keunikan dibanding produk sejenis. Konsekuensinya bisa berdampak ‘buruk’ bagi saudara-saudaranya (produk lain sejenis)
dalam perusahaaan yang sama.
 Merk untuk lini produk / merk keluarga produk. Sejumlah produk yang masih berhubungan akan diberi merk yang sama.Konsekuensinya, merk dapat dibangun secara bersama, namun bila salah satu produk gagal atau mendapat kesan negatif dari konsumen, produk lainnya akan terkena dampaknya.
 Kombinasi dari strategi yang ada.
            Disamping itu, dalam penentuan merek, sebaiknya memperhatikan poin-poin berikut ini (Antonius, 2006, dan sumber lainnya) :
 Merek sebaiknya mudah diucapkan
 Merek sebaiknya mudah diingat
 Merek sebaiknya mudah dikenali
 Merek sebaiknya didesain dengan menarik
 Merek sebaiknya menampilkan manfaat produk
 Merek sebaiknya dapat menonjolkan citra perusahaan
 Merek sebaiknya menonjolkan perbedaan dengan produk sejenis lainnya
 Merek sebaiknya tidak melanggar ‘aturan/adat,
 Membuat merk harus berfikir jangka panjang, merk bukan untuk keperluan usaha sehari dua hari…tapi selamanya
 Merk terlindungi dengan baik (didaftarkan ke pemerintah).





            Membangun dan Menjaga Merk
 Mendukungnya dengan proses produksi yang baik,agar produk tetap terjaga kualitasnya
 Mendukungnya dengan program pemasaran yang konsisten
 Harga yang kompetitif
 Pasokan dan distribusi yang baik
 Promosi yang baik
 Pelayanan yang baik
 Purna jual yang baik
 Mengevaluasi merek dan modifikasi merek apabila diperlukan.

Yang Perlu Dihindari dalam membuat merk
 Desain fisik yang salah (pemilihan warna, jenis huruf, gambar,bentuk yang salah)
 Merek yang tidak konsisten (sering berubah-ubah)
 Memodifikasi merek dengan citra yang lebih buruk
 Meniru merk produk lain yang telah terdaftar

            Funsi merek tersebut yaitu sebagai :
 Menunjukan barang/jasa yang dihasilkan
 Sebagai jaminan atas mutu barangnya
 Tanda pengenal untuk membedakan hasil produksi yang dihasilkan seseorang atau
badan hukum dari produk orang lain atau badan hukum lainnya.

Perbedaan merek :
 Merek dagang
 Merek jasa
 Merek kolektif, merek yang dipergunakan pada barang atau jasa dengan
karakteristik yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang atau
badan hukum secara bersama-sama untuk membedakan dengan barang/jasa sejenis lainnya

            Untuk mendaftarkan merk tersebut di haruskan mendaftarkannya di Direktorat Jenderal HaKI.Dengan mendaftarkan merk nya Pemilik merek terdaftar dapat mengajukan gugatan terhadap pihak lain yang secara tanpa hak menggunakan merek yang mempunyai
persamaan pada pokoknya dan pada keseluruhannya untuk barang atau jasa yang sejenis, yaitu :
a. Gugatan ganti rugi
b. Penghentian semua perbuatan yang berkaitan dengan penggunaan merek tersebut
c. Hukuman yang bisa bersifat alternatif atau akumulatif.

Beberapa pendapat tentang merk menurut ahlinya  :
- Penerimaan konsumen terhadap sebuah merk dalam benak mereka,dimana ditunjukkan dari kemampuan mereka mengingat dan mengenali kembali sebuah merek dalam kategori tertentu. (Aaker, 1999)
- Brand image adalah persepsi konsumen terhadap sebuah merk yang dibangun oleh pengalaman mereka terhadap merek tertentu sehingga membentuk asosiasi-asosiasi.
(Plummer, 2002)




Contoh : Penerapan merk pada toko buah yang telah di bahas pada post sebelumnya .
            Pada toko buah babe H.Samper pemilik menggunakan strategi produk tanpa merk.
yaitu pemilik menjual dan memasarkan produk nya tanpa menggunakan merk dikarenakan sumber daya yang terbatas.”walaupun tanpa merk tetapi jika di imbangi dengan harga yang kompetitif,pasokan dan penjualan yang baik,pelayanan yang baik,dan barang yang berkualitas peroses perdagangan insyaallah pasti akan berjalan lancar”begitu pendapat sang pemilik tentang cara bagaimana ia mejalankan usahanya selama ini.
Dengan strateginya itu sudah banyak konsumen yang datang ke toko buahnya dan sudah banyak pembeli yang menjadi pelanggannya.dan tidak menutup kemungkinan ia akan menerapkan merk pada barang  yang ia jualkannya untuk mengikuti perkembangan.

 Kesimpulan dari contah ini yaitu : bahwa strategi penjualan tanpa merk pun dapat berjalan lancar jika memang ada kesungguhan sang pemilik untuk menjalankan nya.Dengan harga yang kompetitif,pasokan dan penjualan yang baik,pelayanan yang baik,dan barang yang berkualitas dapat memikat konsumen sehingga konsumen puas datang ke tokko buah ini.mungkin ini yang disebut Brand image pada nama toko.walaupun produk yang di jualnya tidak ber-merk tapi merk (nama) toko ini yang menggantikan merk pada produk yang melekat pada konsumen.

Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar adalah proses membagi-bagi pasar yang bermula berprilaku heterogen menjadi beberapa kelompok pasar yang sekarang berprilaku lebih berseragam.Atau proses mengelompokan bagian-bagian pasar yang berperilaku sama dari keseluruhan perilaku pasar yang beragam.Secara umum,tujuan segmentasi pasar adalah untuk memperoleh bagian pasar yang mempunyai karakter dan perilaku yang lebih seragam.
Sebaliknya,pemasar mampu melihat perbedaan-perbedaan karakter maupun perilaku pasar yang ada.Perilaku pasar pada kenyataannya lebih bersifat heterogen.Keragaman perilaku pasar akan memerlukan barang dan usaha-usaha memperoleh barang yang juga beragam.Pemasar perlu mengelompokan pasar yang heterogen terdebut kedalam bagian-bagian pasar yang mempunyai perilakku lebih saragam.
            Produk dapat dirancang sesuai dengan masing-masing segmen pasar yang berbeda.Dengan karakter dan perilaku yang lebih homogen.Masing-masing segmen pasar dapat dipenuhi kebutuhannya lebih baik.Dengan kati lain,masing-masing kelompok pasar dipenuhi oleh produk dan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhannya.Perusahaan pun akan lebih kompeten dalam melayani kebutuhan-kebutuhan masing-masing segmen pasar atau hanya beberapa kelompok pasar saja ynag jelas perbedaannya.Proses peembagian pasar ini yang yang disebut sebagai segmentasi pasar (Market Segmentation).

Basis segmentasi pasar Konsumen :
            Basis segmentasi (pembagian) pasar bagi produk peerusahaan satu dengan yang lain belum tentu sama.Basis segmentesi pasar konsumen yang paling umum dapat di gunakan adalah aspek geografis,demografis,psikografis,dan perilaku.

1.Geografis (wilayah,pemukiman,perkotaan,dsb.)
            Pasar dapat di bedakan menurut batas-batas wilayah atau daerah.Misalnya pasar daerah barat dan pasar daerah timur.
2.Demografis (usia,jenis kelamin,pendapatan,pendidikan,pekerjaan,dsb.)
            Pasar dapat dibedakan menurut perbedaan misalnya usia.Perilaku pasar kanak-kanak akan berbeda dengan pasar dewasa.
3.Psikografis (sikap,motivasi,persepsi,dsb.)
            Pasar dapat dibedakan menurut perbedaan misalnya sikap konsumen terhadap produk tertentu.
4.Kebiasaan (membeli,mengonsumsi,dsb.)

Basis segmentasi pasar industrial :
            Basis untuk segmentasi pasar industrial adalah aspek geografis,demografis,karakteristik operasional,pendekatan pembeli,faktor situasional,dan karakteristik personal.
1.Geografis (wilayah,sentra industrial,dan perdagangan)
2.Demografis (jenis industri,kapasitas atau luas produksi)
3.Variabel operasional (tingkat teknologi,pola konsumsi,kapabilitas dan kebutuhan pelanggan)
4.Pendekatan pembeli (tingkat wewenag bagian pembeli,struktur wewenang,kebijakan pembelian,kriteria pembelian)
5.Faktor situasional (tingkat kepentingan,penguneen,tingkat pemesanan)
6.Karakteristik personal (kesamaan pembeli-penjual,sikap terhadap resiko,tingkat loyalitas terhadap pemasok)

Prose segmentasi pasar :
            Proses segmentasi pasar mempunyai beberapa langkah yaitu :
1.Indentifikasi segmentasi pasar,
2.Mengumpulkan informasi pasar,
3.Mengembangkan komposisi profil segmen,
4.Penetapan konsekuensi pemasaran,
5.Etimasi masing-masing potensi segmen pasar,
6.Analisis peluang pasar,dan
7.Peneetapan penguasaan pasar.

Kriteria efektifitas segmentasi pasar :
            Ada beberapa kriteria yang harus di penuhi agar segmentasi dapat efektif,yaitu :
1.Dapat dijangkau (accessable)
            Segmen pasar yang sudah yang dibentuk atau direncanakan sebelumnya belum tentu semua dapat dijangkau/dilayani oleh perusahaan.Karena adanya hambaatan transportasi,luas wilayah,jarak/karena perilaku masyarakat tertentu,segmen-segmen pasar tersebut tidak/belum dapat dicapai.

2.Dapat diukur (measureable)
            Meskipun perilaku bagian-bagian pasar afalah heterogen,tetapi ,tetapi dalam kenyataanya sulit untuk melakukan pengukuran perbedaan-perbedaan tersebut.Kriteria dasar pembagian pasar perlu dinyatakan secara jelas dan nyata sehingga perbedaannya pun menjadi lebih jelas.

3.Memberikan keuntunagan (profitable)
            Segmentasi pasar bukanlah pekerjaan yang mudah.Apabila segmen-segmen pasar yang telah terbentuk masing-masing/sebagian besar tidak memberikan keuntungan dari perbedaan tersebut.Artinya hanyalah segmen-segmen pasar yang memberikan peluang untuk keuntungan rancangan tersebut yang memberikan peluang untuk keuntungan rancangan tersebut bermanfaat.

Tujuan segmentasi pasar :
1.Perusahaan dapat lebih baik memahami perilaku segmen-segmen pasar yang lebih homogen sehinga pasar yang lebih homogen.Sehingga dapat lebih baik dalam melayani kebutuhan dan dapat lebih baik dalam melayani kebutuhan-kebutuhan mereka.Program pemasaran dapat lebih diarahkan sesuai dengan perilaku dan kebutuhan masing-mmasing segmen pasar.
2.Apabila pasar terlalu luas dan berprilaku sangat beragam,perusahaan dapat memilih satu atau beberapa segmen pasar saja.Sehingga kapasitas pasar dapat lebih sesuai dengan luas segmen-segmen pasar saja.Sehingga kapasitas pasar dapat lebih sesuai dengan luas segmen-segmen pasar yang terbentuk.

Contoh penerapan segmentasi pasar pada toko buah yang telah dibahas pada post sebelumnya :
            Pada toko buah babe H.Samper menggunakan metode segmentasi pasar konsumen geografis dan demografis .
Faktor geografisnya : karena pedagang buah ini memilih tempat di sekitar pemukiman penduduk dan di depan jalan raya utama yang ramai,sehingga memudahkan pedagang untuk memasarkan barang dagangannya.sehingga pedagang tidak begitu susah payah untuk memasarkannya.Dan hal ini memungkinkan banyak konsumen yang ramai datang untuk membeli buah-buahan(barang) dagangannya.
Faktor demografisnya : sebenarnya pedagang ini bisa dibilang menggunakan/tidak mengunakan faktor demografisnya karena pedagang ini memasarkan buah-buahannya untuk semua usia,tidak membedakan jenis kelamin serta untuk semua golongan masyarakat akan tetapi barang dagangannya umumnya ditujukan untuk golongan menengah .

Jumat, 21 Desember 2012

Legenda Moto GP

Sang Legenda Otomotif Moto GP


Valentino Rossi 
          Lahir di Urbino, Italia, 16 Februari 1979,umur 33 tahun.Ia adalah salah seorang pembalap tersukses sepanjang masa,dengan 9 gelar Juara Dunia.yang memulai balapnya di kejuaraan grandprix motor dunia setelah era Michael Doohan,dengan titel juara dunia di empat kelas yang berbeda yang diraihnya dalam waktu tujuh tahun berkarier.Putra dari mantan pembalap GP 250 cc Graziano Rossi dan Stefania Palma ini memegang banyak rekor dan prestasi yang diraihnya melampaui banyak seniornya. Total pembalap eksentrik ini membukukan 9 gelar juara dunia, sekali di kelas 125cc, sekali di kelas 250cc, dan tujuh kali di kelas puncak, 500cc dan MotoGP.

          Kemenangan kejuaraan dunia pertama rosi : Rossi memulai balapan di Grand Prix pada 1996 untuk Aprilia di antara 125 cc kategori dan memenangkan Kejuaraan Dunia pertama tahun berikutnya.Dari sana, ia pindah ke kategori 250cc dengan Aprilia dan memenangkan 250cc Kejuaraan Dunia pada tahun 1999. Ia memenangkan Kejuaraan Dunia 500cc dengan Honda pada tahun 2001, Kejuaraan Dunia MotoGP (juga dengan Honda) pada tahun 2002 dan 2003, dan melanjutkan kemenangan beruntunnya dengan memenangkan kejuaraan dunia 2004 dan 2005, setelah meninggalkan Honda untuk bergabung dengan Yamaha, sebelum merebut kembali gelar pada 2008 dan mempertahankannya pada tahun 2009.

          Rossi adalah yang pertama dalam klasemen terbanyak memenangkan perlombaan dalam sejarah 500 cc / MotoGP, dengan 79 kemenangan, dan kedua di sepanjang masa menang klasemen keseluruhan dengan 105 menang balapan (di belakang Giacomo Agostini dengan 122). Rossi, bersama Jimmie Johnson (NASCAR), Michael Schumacher (F1) dan Sebastien Loeb (WRC), juga banyak disebut orang sebagai salah satu legenda olahraga otomotif di awal Abad 21.

          Semua raihan atas prestasi yang telah ia raihnya saaat ini memeng pantas untuk di sebutkan bahwa ia adalah sang legenda dalam ajang olahraga Moto GP sampai saat ini .
Sampai kapan kah rekor dari prestasinya dapat di patahkan ???
semua tidak ada yang tahu .kita tunggu saja .karna persaingan balap dari tahun ke tahunnya semakin ketat dan semakin banyak pendatang baru yang lumayan yang pantas menjadi penerus sang legend :D

          Sekian dari penulis.Mohon comen dan postnya yang dapat mendukung ....

Minggu, 02 Desember 2012

Manusia dan Tanggung Jawab


Pengertian Tanggung Jawab
        Setiap manusia dalam menjalani kehidupan ini memiliki Tanggung Jawab,dimana Tanggung Jawab tersebut disesuaikan dengan apa yang kita Lakukan.Arti dari Tanggung Jawab menurut kamus Bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya,jadi Berkewajiban Menanggung,memikul jawab,menanggung segala sesuatunya,atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.

       Apabila dikaji Tanggung Jawab itu adalah kewajiban atau beban yang harus dipikul atau dipenuhi sebagai akibat dari perbuatan pihak yang berbuat,atau sebagai akibat dari perbuatan pihak lain,atau sebagai pengabdian, Pengorbanan pada pihak lain.Kewajiban atau beban itu ditujukan untuk kebaikan pihak yang berbuat sendiri, atau pihak lain.dengan keseimbangan,keserasian,keselarasan antara sesama manusia,antara manusia dan lingkungan,antara manusia dan Tuhan selalu dipelihara dengan baik.
Macam-Macam Tanggung Jawab
     Manusia berjuanguntuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan adapun untuk kebutuhan orang lain.Dalam usahanya setiap manusia menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan dan membantunya yaitu kekuasaan Tuhan.Berikut ini merupakan Macam-macam Tanggung Jawab yaitu :
  1. Tanggung Jawab terhadap Diri Sendiri : yakni menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri.
  2. Tanggung Jawab terhadap Keluarga : Keluarga Merupakan masyarakat kecil.Setiap anggota Keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya.Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga,tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan,keselamatan,pendidikan,dan kehidupan.
  3. Tanggung Jawab terhadap Masyarakat : Pada hakekatnya Manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan Manusia lain.dengan demikian manusia merupakan anggota Masyarakat yang tentunya mempunyai rasa Tanggung Jawab agar dapat melangsungkan hidupnya dalam Masyarakat tersebut.
  4. Tanggung Jawab kepada Bangsa / Negara : Bahwa setiap manusia,tiap individu adalah warga negara suatu negara.Dalam berpikir,berbuat,bertindak,bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara.Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri.Bila perbuatan manusia itu salah,maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara.
  5. Tanggung Jawab terhadap Tuhan : Tuhan Menciptakan manusia di Bumi ini bukanlah tanpa Tanggung Jawab,melainkan untuk mengisi kehidupan manusia agar bertanggung Jawab langsung terhadap Tuhan.sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab Suci melalui berbagai macam Jenis Agama.Menerima hukuman diakhirat nanti atas apa yang telah kita lakukan selama hidup di Dunia ini

Pengabdian dan Pengorbanan
     A.   Pengabdian 
       Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran , pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.Macam-macam pengabdian : Pengabdian kepada Orang tua,Bangsa atau Negara dan pengabdian kepada Tuhan yang maha kuasa.
      B.   Pengorbanan 
         Pengorbanan yaitu suatu sifat yang bisa disebut kebaktian dimana didalamnya kita menjalankan dengan rasa ikhlas dan tidak memiliki pamrih, pengorbanan itu sendiri semata-mata diberikan atas keinginan yang berasal dari hati nurani.Macam-macam pengorbanan berupa pengorbanan jiwa,raga,perasaan,pemikiran bahkan harta benda yang kita miliki. 

Manusia dan Pandangan Hidup

Pengertian Pandangan hidup
          Setiap manusia mempunyai pandangan hidup.Pandangan hidup itu bersifat kodrati karena ia menentukan masa depan seseorang.Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan,pedoman,arahan,petunjuk hidup di dunia.Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.Dengan demikian pandangan hidup itu bukanlah timbul seketika atau dalam waktu yang singkat saja,melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus menerus,sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyataannya.Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal,sehingga diakui kebenarannya.Atas dasar itu manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan,pedoman,arahan,atau petunjuk yang disebut pandangan hidup.Pandangan hidup berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
  1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
  2. Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada suatu Negara
  3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
          Apabila pandangan hidup itu diterima oleh sekelompok orang sebagai pendukung suatu organisasi, maka panandangan hidup itu  disebut ideology.Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsur-unsur  yaitu :cita-cita,kebajikan,usaha,keyakinan/kepercayaan.CIta-cita ialah apa yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan.Tujuan yang hendak dicapai ialah kebajikan,yaitu segala hal yang baik yang membuat manusia makmur,bahagia,damai,tentram.Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan/kepercayaan.Keyakinan/kepercayaan diukur dengan kemampuan akal, kemampuan jasmani,dan kepercayaan kepada Tuhan.

- Cita-cita .
Menurut kamus umum bahasa Indonesia cita-cita adalah keinginan,harapan,tujuan yang selalu ada dalam pikiran.Baik keinginan,harapan,maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang.Dengan demikian cita-cita merupakan pandangan masa depan,merupakan pandangan hidup yang akan datang.Pada umumnya cita-cita merupakan semacam garis linier yang makin lama makin tinggi, dengan perkataan lain : cita-cita merupakan keinginan,harapan,dan tujuan manusia yang makin tinggi tingkatannya.
Apabila cita-cita itu tidak mungkin atau belum mungkin terpenuhi,maka cita-cita itu disebut angan-angan.Disini persyaratan  dan kemampuan tidak/belum dipenuhi sehingga usaha untuk mewujudkan cita-cita itu tidak mungkin dilakukan.Antara masa sekarang yang merupakan realita dengan masa yang akan datang sebagai ide atau cita-cita terdapat jarak waktu.Dapatkan seseorang mencapai apa yang dicita-citakannya tergantung dari 3 faktor; pertama factor manusia yang memiliki cita-cita,kedua kondisi yang dihadapi selama mencapai apa yang dicita-citakannya,dan ketiga seberapa tinggikah cita-cita yang hendak dicapai.

- Kebajikan .
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral,perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika.Manusia berbuat baik,karena menurut kodratnya manusia itu baik,mahluk bermoral.Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik.Sebagai mahluk pribadi,manusia dapat menentukan sendiri apa yang baik dan apa yang buruk.Baik dan buruk itu ditentukan oleh suara hati.Suara hati adalah semacam bisikan didalam hati yang mendesak seseorang,untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan,tindakan atau tingkah laku.Jadi suara hati dapat merupakan hakim untuk diri sendiri.
            Suara hati selalu memilik yang baik,sebab itu ia selalu mendesak orang untuk berbuat yang baik bagi dirinya.Oleh karena itu,kalau seseorang berbuat sesuatu sesuai dengan bisikan hatinya,maka orang tersebut perbuatannya pasti baik.Jadi berbuat dan bertindak menurut suara hati,maka tindakan itu adalah baik.Jadi baik atau buruk itu dilihat menurut suara hati sendiri.Meskipun demikian harus dinilai dan diukur menurut suatu atau pendapat umum.Jadi kebajikan adalah perbuatan yang sesuai dengan suara hati kita,suara hati masyarakat dan hukum Tuhan.Kebajikan manusia nyata dan dapat dirasakan dalam tingkah lakunya,karena tingkah laku bersumber pada pandangan hidup,maka setiap orang memiliki tingkah laku sendiri-sendiri,sehingga tingkah laku setiap orang berbeda-beda.Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkah laku seseorang adalah factor pembawaan,factor lingkungan dan pengalaman.

- Usaha/perjuangan .
          Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita.Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun denan tenaga/jasmani,atau dengan kedua-duanya.Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia.Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan,karena kemampuan terbatas timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara manusia satu dan manusia lainnya,

- Keyakinan/kepercayaan .
          Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan.Menurut Prof.Dr.Harun Nasution, ada 3 aliran filsafat yaitu :
a.Aliran naturalisme ; hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi.Kekuatan gaib itu dari nature,dan itu dari Tuhan.Tetapi yang tidak percaya pada Tuhan,nature itulah yang tertinggi.Aliran naturalisme berisikan spekulasi mungkin ada Tuhan mungkin juga tidak ada.
b.Aliran intelektualisme ; dasar aliran ini adalah logika/akal.Manusia mengutamakan akal.Dengan akal manusia berpikir,mana yang benar menurut akal itulah yang baik,walaupun bertentangan dengan kekuatan hati nurani.Manusia yakin bahwa dengan kekuatan pikiran (akal) kebajikan itu dapat dicapai dengan sukses. Dengan akal diciptakan teknologi,teknologi adalah alat Bantu mencapai kebajikan yang maksimal,walaupun mungkin teknologi memberi akibat yang bertentangan dengan akal.Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup,maka keyakinan manusia itu bermula dari akal.Jadi pandangan hidup ini dilandasi oleh keyakinan kebenaran yang diterima akal.Benar menurut akal itulah yang baik.Manusia yakin bahwa kebajikan hanya dapat diperoleh dengan akal (ilmu dan teknologi).Pandangan hidup ini disebut liberalisme.Kebebasan akal menimbulkan kebebasan bertingkah laku dan berbuat,walaupun tingkah lakudan perbuatannya itu bertentangan dengan hati nurani.Kebebasan akal lebih ditekankan pada setiap individu.Karena itu individu yang berakal (berilmu dan berteknologi) dapat menguasai individu yang berpikir rendah (bodoh).
c.Aliran gabungan ; Dasar aliran ini idalah kekuatan gaib dan juga akal.Kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan,percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan.Sedangkan akal adalah dasar kebudayaan,yang menentukan benar tidaknya sesuatu.Segala sesuatu dinilai dengan akal,baik sebagai logika berpikir maupun sebagai rasa (hati nurani).Jadi apa yang benar menurut logika berpikir juga dapat diterima oleh hati nurani.Apabial aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup,maka akan timbil dua kemungkinan pandangan hidup.Apabila keyakinan lebih berat didasarkan pada logika berpikir,sedangkan hati nurani dinomorduakan,kekuatan gaib dari Tuhan diakui adanya tetapi tidak menentukan,dan logika berpikir tidak ditekankan pada logika berpikir individu,melainkan logika berpikir kolektif (masyarakat),pandangan hidup ini disebut sosialisme.Apabila dasar keyakinan itu kekuatan gaib dari Tuhan dan akal,kedua-duanya mendasari keyakinan secara berimbang,akan dalam arti baik sebagia logika berpikir maupun sebagai daya rasa (hati nurani),logika berpikir baik secara individual maupun secara kolektif panangan hidup ini disebut sosialisme-religius.Kebajikan yang dikehendaki adalah kebajikan menurut logika berpikir dan dapat diterima oleh hati nurani, semuanya itu berkat karunia Tuhan.

sumber : 
Seri Diktat Kuliah MKDU: Ilmu Budaya Dasar karya Widyo Nugroho dan Achmad Muchji, Universitas Gunadarma.

Kamis, 29 November 2012

Lingkungan Pemasaran

          Lingkungan pemasaran adalah lingkungan perusahaan yang terdiri dari pelaku dan kekuatan di luar pemasaran yang mempengaruhi kemampuan manajemen pemasaran untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang berhasil dengan pelanggan sasaran. Perusahaan harus terus melakukan pengamatan secara terus menerus dan beradaptasi dengan lingkungan yang bersifat kompleks dan terus berubah-ubah. Dengan mempelajari lingkungan, perusahaan dapat menyesuaikan strategi perusahaan untuk memenuhi tantangan dan peluang pasar yang baru.
          Lingkungan Pemasaran terdiri dari:
- lingkungan mikro (internal) merupakan pelaku yang dekat dengan perusahaan dan mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk melayani pelanggannya.Lingkungan mikro perusahaan terdiri dari: perusahaan, pemasok, perantara pemasaran, pasar pelanggan, pesaing, dan masyarakat.dan,
- Lingkungan makro (eksternal) merupakan kekuatan social yang lebih besar yang mempengaruhi lingkungan mikro perusahaan. Lingkungan makro perusahaan terdiri dari: Lingkungan demografis, ekonomi, alam, teknologi, politik, dan budaya.

contoh ligkungan pemasaran pada toko buah berikut :
lingkungan mikro (internal).

Nama Toko   : Toko buah babe H.Samper
Pemilik        : H.samper
Alamat         : Jl.Raya Ratna ,Bekasi
Karyawan     : 2 orang 
Jenis Usaha  : Perorangan
Berdiri sekitar 15 Tahunan,

          Toko buah ini menawarkan dan menjual buah-buahan segar dengan kualitas yang baik seprti : Mangga,Jeruk,Pisang,Pepaya,dll yang  langsung di pasok dari para petani buah dari dalam maupun luar kota  yang dikirim langsung untuk menjamin keadaan buah.Karena buah-buahan yang dijual masih dalam keadaan baik toko ini mendapat nilai plus dari para pembeli sehingga toko ini telah mempunyai banyak pelanggan setia dalam penjualannya.

lingkungan makro (eksternal).
          lingkungan makro (eksternal) dari toko ini yaitu ia berada pada tempat yang sangat strategis yaitu terletak pada pinggir jalan raya yang ramai yang sering dilalui banyak orang.dan juga pada daerah yang ramai penduduknya yang sangat mendukung.

Rabu, 28 November 2012

Manusia dan Keadilan

          Arti dari keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori nya, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang sangat besar. John Rawls, filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa “Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran”. Tapi, menurut kebanyakan teori juga, keadilan belum lagi tercapai. “Kita tidak hidup di dunia yang adil”. Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Tapi, banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita ketidakadilan, karena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas. keadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya.
          Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan kewajibannya. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.
Adapun macam-macam keadilan sebagai berikut :
1.Keadilan Legal atau Keadilan Moral .
          Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjadi kesatuannya.Dalam masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (the man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan oleh yang lainnya disebut keadilan legal.Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat.Dan Ketidakadilan terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak lain yang melaksanakan tugas-tugas yang selaras sebab hal itu akan menciptakan pertentangan dan ketidak keserasian.
2.Keadilan Distributif .
          Aristotele berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama (justice is done when equels are treated equally).
3.Kadilan Komutatif .
          Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.Bagi Aristoteles pengertian keadilan ini merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
4.Kejujuran .
          Kejujuran atau jujur artinya apa-apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakan sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat.Sikap jujur itu perlu di pelajari oleh setiap orang, sebab kejujuran mewujudkan keadilan, sedang keadilan menuntut kemuliaan abadi, jujur memberikan keberanian dan ketentraman hati, serta menyucikan lagi pula membuat luhurnya budi pekerti.Pada hakekatnya jujur atau kejujuran di landasi oleh kesadaran moral yang tinggi kesadaran pengakuan akan adanya sama hak dan kewajiban, serta rasa takut terhadap kesalahan atau dosa.
          Adapun kesadaran moral adalah kesadaran tentang diri kita sendiri karena kita melihat diri kita sendiri berhadapan dengan hal yang baik dan buruk.
          Kejujuran besangkut erat dengan masalah hati nurani. Menurut M.Alamsyah dalam bukunya budi nurani dan filsafat berfikir, yang disebut nurani adalah sebuah wadah yang ada dalam perasaan manusia. Wadah ini menyimpan suatu getaran kejujuran, ketulusan dalam meneropong kebenaran local maupan kebenaran illahi (M.Alamsyah,1986 :83). Nurani yang di perkembangkan dapat jadi budi nurani yang merupakan wadah yang menyimpan keyakinan. Kejujuran ataupun ketulusan dapat di tingkatkan menjadi sebuah keyakinan atas diri keyakinannya maka seseorang di ketahui kepribadianya.
          Dan hati nurani bertindak sesuai dengan norma-norma kebenaran akan menjadikan manusianya memiliki kejujuran, ia akan menjadi manusia jujur. Sebaliknya orang yang secara terus-menerus berfikir atau bertindak bertentangan dengan hati nuraninya akan selalu mengalami konfik batin, ia akan selalu mengalami ketegangan, dan sifatnya kepribadiannya yang semestinya tunggal menjadi pecah. Untuk mempertahankan kejujuran, berbagai cara dan sikap yang perlu di pupuk. Namun demi sopan santun dan pendidikan, orang di perbolehkan berkata tidak jujur apabila sampai batas-batas yang di tentukan.
          Kecurangan identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik meskipuntidak serupa benar. Kecurangan adalah apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nurani nya atau orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan tanpa adanya usaha. Yang dimaksud dengan keuntungan adalah keuntungan yang berupa materi. Mereka yang berbuat curang menganggap akan mendatangkan kesenangan atau kenikmatan, meskipun orang lain menderita karena nya. Kecurangan juga menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita. Orang seperti itu biasa nya tidak senang bila ada orang yang melebihi kekayaannya, padahal agama apapun tidak membenarkan orang yang mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya tanpa menghiraukan orang lain dan lebih lagi mengumpulkan harta dengan jalan yang curang. Hal semacam itu dalam istilah agama tidak akan di ridhoi oleh allah dan akan mendapatkan dosa yang setimpal.
          Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang atau tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya.
          Ada peribahasa yang berbunyi “daripada berputih mata lebih baik berputih tulang” artinya orang lebih baik mati dari pada malu. Betapa besar nilai nama baik itu sehingga nyawa menjadi taruhannya. Setiap orang tua selalu berpesan kepada anak-anaknya “jagalah nama keluargamu!” Dengan menyebut “nama” berarti sudah mengandung arti “nama baik”. Ada pula pesan orang tua “jangan membuat malu” pesan itu juga berarti menjaga nama baik. Orang tua yang menghadapi anaknya yang sudah dewasa sering kali berpesan “laksanakan apa yang kamu anggap baik, dan jangan kamu laksanakan apa yang kamu anggap tidak baik!”. Dengan melaksanakan apa yang dianggap baik berarti pula menjaga nama baik dirinya sendiri, yang berarti menjaga nama baik keluarga juga.
          Penjagaan nama baik sangat erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan nama baik atau tidak baik itu adalah dari tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatan-perbuatan yang dihalalkan agama dan lain sebagainya.